Selasa, 05 September 2017

Apa itu Bipolar Disorder dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Cara Mengatasi Bipolar Disorder | Pernah dengan bipolar disorder? Itu merupakan salah satu gangguan psikologi serius yang cukup sering dialami sebagian besar orang. Di Amerikan Serikat, sekitar 2,5% penduduknya terindikasi menderita gangguan ini dan 83% diantaranya didiagnosa parah dan sebagian besar berumur 25 tahun.

Cara Mengatasi Bipolar Disorder

Jika menderita bipolar disorder sebaiknya untuk mencari kiat-kiat untuk mengurangi gangguan tersebut. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan misalnya dengan mengontrol emosi serta mengelola stres dengan bijak.

Pengertian Bipolar Disorder


Bipolar disorder merupakan gangguan mental yang menyerang psikis dan menimbulkan perubahan suasana hati secara fluktuatif atau drastis. Suasana hati penderita dapat dengan mudah berganti diantara dua mood (bipolar) yaitu kebahagiaan dan depresi.

Bipolar disorder juga sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Terkadang penderitanya akan merasakan mood yang sangat baik sehingga tampak antusias dan bersemangat. Namun, bukan tidak mungkin akan mengalami mood yang sangat buruk sehingga memicu rasa depresi, pesimis, putus asa dan minimbulkan pikiran untuk bunuh diri.

Baca Juga: Cara Mengatasi Gangguan Mental

Gejala Bipolar Disorder


Gangguan ini sangat mudah dilihat dari beberapa gejala yang sangat mencolok. Selain itu, gejala cukup bervariasa tergantung jenis, keparahan, frekuensi dan prilakunya. Gejala bipolar disorder juga dapat dikelompokkan menjadi 4 garis besar, antara lain:

A. Mania

Gejala dan pertanda yang akan terjadi, antara lain:

1. Terlalu bahagia secara mendadak.
2. Merasa paling penting dan pintar dibandingkan orang lain.
3. Punya banyak ide dan mudah pindah dari ide satu ke ide lainnya.
4. Menghambur-hamburkan uang.
5. Mengeluarkan rencana yang tidak masuk akal.
6. Terlalu antusias dan suka bergerak dengan cepat.
7. Sering membuat keputusan yang aneh secara tiba-tiba.

B. Hipomania

Hipomania merupakan tahap yang mirip dengan mania ( kebahagian ), namun hipomania tidak separah mania. Perbedaannya adalah hipomania cenderung tenang seolah tidak mengalami halusinasi dan delusi. Beberapa gejala seseorang yang mengalami bipolar disorder hipomania, antara lain:

1. Terlalu antusias, optimis dan aktif.
2. Mudah tersinggung dan cepat marah.
3. Meningkatnya kreativitas.
4. Berkurangnya rasa kantuk, sehingga memicu penurunan kualitas tidur.

C. Bipolar

Gejala yang mungkin dialami, antara lain:

1. Cenderung lebih sering menyendiri.
2. Suasana hati sering murung dan suka nangis tanpa sebab.
3. Bersikap pesimis dan ingin bunuh diri.
4. Malas, tidak bergairah dan tidak aktif.
5. Kurangnya kepercayaan diri.
6. Hilangnya nafsu makan.
7. Sulit merasakan kebahagiaan.

D. Bipolar Campuran

Bipolar campuran (mixed state) merupakan gangguan bipolar yang merujuk pada dua kutub psikologi yakni mania dan hipomania. Penderita akan mengalami kedua jenis psikologi tersebut secara bersamaan. Penderita cenderung lebih mengalami tekanan yang dapat menimbulkan resiko bunuh diri. Gejala yang akan dirasakan, sebagai berikut:

1. Selalu berbicara tentang kematian dan mengatakan ingin mati kepada orang lain.
2. Mengalami insomnia.
3. Timbulnya banyak ide-ide yang terlintas di pikiran.
4. Cepat marah dan terkadang sangat senang.
5. Terlihat sering menggunakan obat-obatan terlarang dan minum alkohol.
6. Melupakan hutang, gaji dan tagihan.

Cara Mengatasi Bipolar Disorder


Sungguh sangat mengkhawatirkan, gejala dan akibat yang ditimbulkan gangguan bipolar ini tentu sangat berbahaya terhadap kehidupan kita sehari-hari. Karenanya, ada hal yang dapat kita lakukan ketika mengidapnya. Lantas, bagaimana cara mengatasi bipolar disorder? Baca informasinya di bawah ini.

1. Melakukan Pijat

Pijat dinilai cukup efektif untuk mengatasi kecemasan dan stres yang menjadi penyebab utama bipolar disorder. Pijat juga sangat cocok untuk bipolar dikarenakan banyak hal. Salah satunya adalah dapat membantu pelepasan hormon oksitosin yang membuat rasa bahagia sehingga dapat memperbaiki suasana hati yang buruk.

Baca: Cara Mengatasi Badan Pegal Setelah Bekerja

2. Akupuntur

Akupuntur merupakan salah satu metode pengobatan yang memasukkan jarum steril kecil ke kulit dan titik-titik tertentu untuk menyeimbangkan chi (daya hidup), melancarkan aliran darah, mengatasi rasa sakit dibagian-bagian tertentu.

Akupuntur juga dinilai dapat membantu pengembalian mood menjadi lebih baik sehingga dapat digunakan sebagai media pengobatan bipolar disorder. Beritahu akupunturis bahwa Anda menderita bipolar disorder sehingga dia dapat melakukan akupunturis dengan maksimal.

3. Olahraga untuk Menaikkan Endorfin

Depresi merupakan salah satu ciri yang menunjukkan gangguan bipolar. Gejala seperti ini juga bisa kita sebut dengan hipomania yang merupakan episode yang lebih ringan serta ditandai dengan eksitabilitas, banyak bicara dan mudah marah.

Olahraga merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan ketika mengalami gejala seperti itu, pengeluaran zat kimia seperti endorfin dapat memicu rasa bahagia. Adapun beberapa olahraga yang disarankan seperti jogging, bersepeda ataupun berenang.

Baca: Manfaat Jogging Setiap Hari

4. Melakukan Yoga Secara Rutin

Yoga merupakan salah satu jenis olahraga yang dikhususkan untuk ketenangan batin. Yoga dapat dijadikan referensi pengobatan bipolar disorder ini, dikarenakan yoga dinilai sangat berpengaruh terhadap pengembalian mood yang buruk.

Yoga mempunyai banyak sekali manfaat seperti menjaga kebugaran, meningkatkan kerja jantung dan memperbaiki mood. Luangkanlah sedikit waktu Anda untuk melakukan olahraga ini walau hanya 30 menit saja.

Baca: 7 Manfaat Yoga Bagi Kesehatan Tubuh

5. Tidur yang Cukup

Perlu Anda ketahui, tidur tidak cukup ternyata akan menimbulkan dampak buruk bagi otak. Gejala yang akan dialami seperti susahnya otak dalam berpikir, 65% lebih mungkin untuk depresi dan menurunkan daya ingat.

Tidur juga merupakan salah satu aktivitas wajib yang berfungsi untuk menyegarkan dan merileksasi bagian-bagian tubuh. Usahakan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup sekitar 8 jam setiap harinya.

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Bipolar Disorder, semoga beberapa tips diatas dapat membantu dan menambah wawasan Anda. Cobalah untuk mengontrol pola pikir Anda agar tidak mudah stres atau depresi yang merupakan penyebab utama bipolar.

Artikel Terkait

Apa itu Bipolar Disorder dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
4/ 5
Oleh